Padi Adaptif Lahan Rawa untuk Serasi Kalsel

SERASI adalah program pengelolaan lahan rawa pasang surut/lebak melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa, peningkatan peran petani dan kelompok tani/gabungan kelompok tani, penumbuhan dan pengembangan kelompok tani untuk melaksanakan usaha tani, dan pengembangan kawasan.

Program SERASI Kementan di 2019 ini menargetkan beberapa lokasi salah satunya Kalimantan Selatan. Rabu, (24/07/2019) Staf Ahli Menteri Pertanian Dedi Nursyamsi, Muhammad Syakir dan Pancar Simatupang melakukan kunjungan dan peninjauan lokasi demfarm SERASI di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Lahan pada demfarm tersebut telah sebagian ditanami beberapa varietas padi dengan sistem jajar legowo 2:1. Padi yang ditanam adalah Inpara 2, Inpara 8, Inpara 9 dan Inpari 43.

Peneliti Kementan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Indrastuti A Rumanti dan BPTP Kalsel Aidi Noor menjelaskan bahwa Inpara 2, 8, dan 9 dipilih karena toleran cekaman Fe (zat besi) yang menjadi masalah utama di Jejangkit. Sedangkan Inpari 43 dilaporkan cukup adaptif di lahan rawa dengan potensi hasil yang cukup tinggi.

Lebih lanjut disampaikan, selain toleran Fe, Inpara 8 dan 9 juga tahan tungro dan blast daun yang merupakan penyakit endemis di Batola dan Kalsel secara umum. Inpara 2 juga sudah dikenal luas oleh petani Batola dan baik Inpara 8 maupun 9 mempunyai rasa nasi yang pera seperti varietas lokal yang disukai masyarakat Banjar.

Menurut keterangan Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa (Balittra) Hendri Sosiawan, varietas Inpara 2, 8, dan 9 terbukti mempunyai daya tahan terhadap cekaman kondisi abiotik dan biotik yang tidak baik terutama rendaman dan pH masam. Potensi hasilnya 6 ton/ha dengan rata-rata hasil 4.5 ton/ha.

Untuk Inpari 43, berdasarkan beberapa kegiatan penelitian Balittra dan BPTP Kalteng di Kabupaten Kuala Kapuas dan lainnya di Provinsi Kalteng, menunjukkan beberapa hasil baik. Seperti vegetatif dan generatif yang baik,  tahan rebah, tahan terhadap penyakit hawar daun dan blast, dan mudah dirontok. Potensi hasil padi ini mecapai 9 ton/ha rata-rata hasil panen di lahan pasang surut yang sudah pernah dibudidayakan beberapa musim tanam selama ini 5.5 Р6.0 ton/ha.